Sejarah Desa

        Desa Kuranji yang merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Batulicin merupakan cikal bakal dari Desa Maju Bersama sekarang ini. Desa ini dahulunya dihuni oleh mayoritas orang Bugis yang bermata pencaharian sebagai petani. Terdapat sungai Batulicin yang melintasi desa ini, yang menjadi sarana transportasi utama di desa ini dengan wilayah luar. Sungai juga menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat Kuranji.

 

        Sekitar tahun 1980-an, pemerintah Kabupaten Kotabaru mengambil kebijakan regrouping (penggabungan) desa dengan mempertimbangkan jumlah penduduk dan luas wilayah. Salah satu desa tersebut adalah Desa Kuranji yang digabung dengan desa tetangga, yakni Desa Kusambi.

 

        Berbagai dinamika kehidupan termasuk politik dilalui masyakarat ex. Desa Kuranji bersama Desa Kusambi. Dinamika politik yang terjadi di tingkat Kabupaten turut mempengaruhi tokoh masyarakat ex. Desa Kuranji. Pertama, Kabupaten Tanah Bumbu mekar menjadi daerah otonom sendiri, terpisah dari kabupaten induk, Kabupaten Kotabaru. Kedua, Kecamatan Batulicin, mekar menjadi empat kecamatan, yakni Kecamatan Batulicin, Karang Bintang, Mantewe dan Simpang Empat. Ketiga,  terbentuknya beberapa desa baru di kecamatan lain.

 

        Kabupaten Tanah Bumbu yang definitif pada tahun 2003, dalam perjalanannya melatarbelakangi aspirasi dari masyarakat terutama di RT. 2 dan RT. 6 Desa Kusambi yang juga merupakan wilayah ex. Desa Kuranji memisahkan diri dari desa Kusambi. Keinginan ini ditindak lanjuti dengan membentuk Panitia/Tim Penuntut Pemekaran Desa yang dipelopori oleh Bpk. Syamsudin Noor. Masyarakat berharap dengan membentuk desa sendiri, masyarakat ex. Desa Kuranji menjadi lebih sejahtera.

         

        Dengan usaha yang gigih dan tidak kenal putus asa akhirnya usaha dan aspirasi tersebut dapat diterima oleh desa induk dengan ditanda tanganinya surat persetujuan pemekaran oleh BPD dan Kepala Desa Kusambi.


        Pada bulan Mei di tahun 2010 oleh Bupati Tanah Bumbu bapak dr. H.zairullah Azhar, M.Sc Maju Bersama resmi dimekarkan ditandai dengan dilantiknya bapak Syamsudin Noor sebagai Pejabat Sementara Kepala Desa Persiapan Maju Bersama Kecamatan Batulicin.

 

        Pada Tahun 2011 Dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 36 tahun 2011 maka secara  yuridis telah sah Maju Bersama  berstatus Desa Definitif.

 

        Nama Desa Maju Bersama diambil dari tujuan serta dari visi dan misi dari Panitia/Tim Penuntut Pemekaran Desa yaitu dengan adanya desa yang dimekarkan maka akan tercapai suatu kemajuan dan kesahteraan warga desa secara bersama-sama.

 

          Sejak bulan Mei tahun 2010 sampai dengan bulan Oktober  tahun 2016, Desa Maju Bersama  7 (tujuh) kali mengalami pergantian Pejabatan Sementara Kepala Desa (Pjs Kades). Adapun nama Pjs Kepala Desa Bersama adalah sebagai berikut :

1. Syamsudin Noor, 2. Damrah, 3. Sakri, 4. Kartanadi, 5. Said Saleh, 6. Suriadi, 7. Siti Ngaisah, S.Pd.

 

          Agar memiliki Kepala Desa Definitif  pada Bulan November 2016 Desa Maju Bersama untuk pertama kalinya melaksanakan Pemilihan Kepala Desa yang dilaksanakan secara serentak. Pemilihan Kepala Desa diikuti oleh 3 (tiga) orang Calon Kepala Desa dan yang terpilih sebagai Kepala Desa Definit untuk periode 2017-2022 adalah Bapak Suriadi.